Pendekatan Humanis Pamong Praja Ke-76 : Mitra Masyarakat Menuju Pembangunan Berkelanjutan
GUNUNG MAS — Momentum Peringatan Hari Jadi ke-76 Pamong Praja yang jatuh pada tanggal 8 September 2026 menjadi refleksi penting bagi penguatan peran aparatur dalam menjaga ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas). Tahun ini, tema nasional “Trantibumlinmas Tangguh untuk Pembangunan Berkelanjutan” menegaskan bahwa stabilitas daerah merupakan fondasi utama bagi kemajuan pembangunan.
Apresiasi dan dukungan penuh turut disuarakan oleh kalangan legislatif. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas dari Daerah Pemilihan (Dapil) III sekaligus politisi Partai Golkar menyampaikan pandangannya mengenai peran strategis Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang humanis serta edukatif dalam setiap pelaksanaan tugas penegakan Peraturan Daerah (Perda).
Keberhasilan penegakan hukum dan ketertiban di daerah tidak lagi bertumpu pada tindakan represif. Anggota DPRD Dapil III tersebut mendorong agar jajaran Pamong Praja terus mengedepankan pola komunikasi yang persuasif, humanis, serta memberikan edukasi yang konstruktif kepada masyarakat. Melalui langkah ini, masyarakat diharapkan mampu memahami kesadaran hukum secara mandiri demi terciptanya ketertiban yang berkesinambungan.
Peran Pamong Praja dinilai sangat krusial sebagai garda terdepan dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah. Sinergi antara legislatif, eksekutif, dan aparatur penegak Perda harus terus diperkuat guna mendukung iklim investasi, keamanan, dan kenyamanan warga di Kabupaten Gunung Mas.
Melalui peringatan HUT ke-76 ini, diharapkan integritas, profesionalisme, dan dedikasi seluruh jajaran Pamong Praja semakin meningkat, sehingga mampu menjawab tantangan zaman serta mengawal visi pembangunan daerah secara optimal.
Related Articles