Merajut Kebersamaan Jaga Bumi Tambun Bungai: Yanto E. Saputra Serukan Aksi Nyata Penanggulangan Karhutla di Kalteng

Terkini 03 Sep 2026 19:04 • 2 min read • 11 views • By okto

Share berita ini

Merajut Kebersamaan Jaga Bumi Tambun Bungai: Yanto E. Saputra Serukan Aksi Nyata Penanggulangan Karhutla di Kalteng
"Dampak karhutla sangat nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari timbulnya berbagai penyakit saluran pernapasan akibat kabut asap hingga lumpuhnya aktivitas ekonomi harian. Oleh karena itu, pentingnya peran serta kita bersama-sama menunjukkan kepedulian untuk mengatasi bencana karhutla ini," ujar Yanto E. Saputra di Palangka Raya, Rabu (2/9).

 

PALANGKA RAYA — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap melanda wilayah Provinsi Kalimantan Tengah menuntut kepedulian dan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat. Menyikapi hal tersebut, tokoh pemuda Kalimantan Tengah, Yanto E. Saputra, menegaskan pentingnya memperkuat sinergi lintas sektor melalui gerakan moral bertajuk "Dengan Bersatu Bersama, Kita Bisa Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng".

Menurut Yanto, musibah karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan semata, melainkan sebuah bencana multidimensional yang membawa dampak langsung terhadap dua aspek vital kehidupan masyarakat: kesehatan publik dan stabilitas roda perekonomian daerah.

"Dampak karhutla sangat nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari timbulnya berbagai penyakit saluran pernapasan akibat kabut asap hingga lumpuhnya aktivitas ekonomi harian. Oleh karena itu, pentingnya peran serta kita bersama-sama menunjukkan kepedulian untuk mengatasi bencana karhutla ini," ujar Yanto E. Saputra di Palangka Raya, Rabu (2/9).

Ia memaparkan, kabut asap pekat yang ditimbulkan oleh pembakaran hutan dan lahan tidak hanya menurunkan kualitas udara yang dihirup oleh anak-anak hingga lansia, tetapi juga menghambat sektor transportasi, pariwisata, perdagangan, serta produktivitas masyarakat secara keseluruhan. Ketika kesehatan terganggu dan aktivitas ekonomi tersendat, pemulihan wilayah akan membutuhkan waktu serta biaya yang tidak sedikit.

Lebih lanjut, Yanto mengajak seluruh pemuda, tokoh masyarakat, unsur adat, dunia usaha, serta pemerintah daerah untuk bahu-membahu melakukan langkah pencegahan sejak dini. Kesadaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta kesiapsiagaan dalam mendeteksi titik api secara dini harus menjadi budaya bersama di Bumi Tambun Bungai.

"Mari kita tanggalkan ego sektoral. Dengan bersatu bersama, kita pasti bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Kalteng. Menjaga kelestarian alam Kalimantan Tengah berarti kita sedang mengamankan masa depan kesehatan dan kesejahteraan anak cucu kita," pungkasnya.

Melalui seruan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif yang masif di tengah masyarakat, sehingga Kalimantan Tengah senantiasa terhindar dari bencana asap tahunan dan tetap menjadi paru-paru dunia yang asri, sehat, serta produktif.

News Sekilas Kalteng

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp