Menyongsong Masa Depan Berkelanjutan: Sekda Gunung Mas Ajak Generasi Muda Kalteng Perkuat Budaya Literasi di Hari Literasi Dunia ke-60

Terkini 07 Sep 2026 13:57 • 2 min read • 11 views • By oktovery

Share berita ini

Menyongsong Masa Depan Berkelanjutan: Sekda Gunung Mas Ajak Generasi Muda Kalteng Perkuat Budaya Literasi di Hari Literasi Dunia ke-60
UNESCO mengangkat tema resmi “Literasi untuk Masyarakat, Planet, dan Kemakmuran”. Peringatan ini dimaknai sebagai momentum penting untuk menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang lebih terpelajar, adil, damai, dan berkelanjutan.

KUALA KURUN — Memperingati Hari Literasi Dunia ke-60 yang jatuh pada tanggal 8 September 2026, Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas, Richard, F.L., S.T., M.T., mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda di Kalimantan Tengah (Kalteng), untuk terus menguatkan budaya membaca demi membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.

Tahun ini, UNESCO mengangkat tema resmi “Literasi untuk Masyarakat, Planet, dan Kemakmuran”. Peringatan ini dimaknai sebagai momentum penting untuk menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang lebih terpelajar, adil, damai, dan berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Sekda Gunung Mas menekankan bahwa literasi berfungsi lebih dari sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi adalah landasan bagi setiap individu untuk memperoleh pengetahuan, nilai, sikap, dan perilaku yang selaras dengan prinsip kesetaraan, nondiskriminasi, keadilan, solidaritas, keberagaman, serta toleransi.

"Budaya literasi yang kuat tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membantu membangun hubungan yang harmonis dengan diri sendiri, sesama manusia, dan bumi tempat kita tinggal," ujar Richard, Senin (8/9/2026).

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya posisi Indonesia dalam peta literasi global. Berdasarkan data UNESCO Institute for Statistics (UIS) dari total 208 negara di dunia, Indonesia saat ini berada di peringkat ke-100 dengan angka melek huruf mencapai 95,44 persen.

Melihat capaian tersebut, Richard berpesan agar para pemuda-pemudi di Kalimantan Tengah tidak cepat berpuas diri. Generasi penerus bangsa didorong untuk terus meningkatkan kapasitas intelektual dan literasi agar mampu bersaing secara lebih unggul di kancah nasional maupun internasional.

"Hari Literasi Internasional kita peringati untuk mengingatkan semua orang tentang pentingnya literasi sebagai hak asasi dan martabat manusia. Mari kita jadikan membaca sebagai budaya sehari-hari, agar generasi penerus bangsa ke depan memiliki sumber daya literasi yang jauh lebih unggul dari negara-negara lainnya," pungkasnya.

News Sekilas Kalteng

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp