Menjaga Marwah Demokrasi: Forum Kebangsaan Kalteng Serukan Kritik Sehat Tanpa Menyerang Pribadi Pimpinan
PALANGKA RAYA — Dinamika kehidupan demokrasi di Provinsi Kalimantan Tengah kembali menjadi sorotan publik menyusul maraknya diskursus politik di ruang digital. Kebebasan berpendapat dan menyampaikan kritik dijamin oleh undang-undang, namun batasan etika sering kali dilanggar tatkala kritik bergeser menjadi serangan personal yang menyerang ranah privasi dan keluarga.
Menanggapi fenomena tersebut, Koordinator Forum Kebangsaan Ormas, Paguyuban, dan Kerukunan Kalteng, Yanto Eko Saputra, angkat bicara untuk meluruskan arah diskursus publik agar tetap berada dalam koridor etika bernegara yang bermartabat.
Yanto menegaskan bahwa kritik terhadap jalannya pemerintahan dan figur kepala daerah merupakan hal yang lumrah serta menjadi ciri masyarakat yang demokratis. Kendati demikian, ia menyayangkan adanya segelintir pihak yang melontarkan kritik bernada penghinaan serta mengekspos kehidupan pribadi dan kerabat demi menjatuhkan martabat pimpinan.
"Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dipilih oleh masyarakat Kalteng secara demokratis. Dikritik secara logika dan masuk akal merupakan ciri demokrasi, tetapi kritik yang menghina dan mengekspos sisi keluarga kerabat untuk menjatuhkan martabat sosok pimpinan Kalteng wajib kami selaku warga masyarakat Kalteng membela," ujar Yanto dalam pernyataan resminya.
Ia menegaskan bahwa pembelaan yang disuarakannya bersama elemen masyarakat dan paguyuban bukanlah upaya mencari panggung atau kepentingan politis semata. Langkah tersebut murni lahir dari kesadaran hati nurani untuk menjaga harkat dan martabat pemimpin daerah yang telah mendapatkan mandat sah dari rakyat.
Forum Kebangsaan Kalteng berharap ke depannya seluruh elemen masyarakat, insan pers, dan pegiat media sosial dapat mengedepankan budaya literasi politik yang santun. Kritik yang sehat, objektif, dan konstruktif dinilai jauh lebih bermakna untuk mendorong percepatan pembangunan dan kemajuan Bumi Tambun Bungai ketimbang narasi yang bersifat kontraproduktif.(okt)
Related Articles