Menjaga Jantung di Tengah Dinamika Zaman: Pesona Hidup Sehat untuk Masa Depan Kalteng
PALANGKA RAYA — Peringatan Hari Jantung Sedunia yang jatuh pada tanggal 29 September 2026 kembali menjadi momentum penting bagi masyarakat global, termasuk di Provinsi Kalimantan Tengah. Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tantangan kesehatan saat ini, kesadaran menjaga kesehatan organ vital tubuh ini menjadi sebuah keharusan yang mendesak.
Peringatan yang pertama kali digagas oleh World Heart Federation (WHF) bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 1999 ini mengusung misi besar. Penyakit kardiovaskular (CVD), yang mencakup serangan jantung dan stroke, hingga kini masih tercatat sebagai penyebab kematian nomor satu di dunia.
Namun, di balik angka yang mengkhawatirkan tersebut, tersimpan sebuah harapan besar. Data menunjukkan bahwa setidaknya 80% kematian dini akibat penyakit jantung dan stroke sebenarnya dapat dicegah. Kuncinya terletak pada pengendalian faktor risiko utama, seperti menghindari konsumsi tembakau, menerapkan pola makan bergizi seimbang, meningkatkan aktivitas fisik, serta menghindari konsumsi alkohol berlebih.
Menyikapi hal tersebut, tokoh masyarakat Kalimantan Tengah, Dr. Andrie Elia Embang, M.Si., menyampaikan pesan khusus serta ajakan hangat kepada seluruh warga Kalteng untuk senantiasa memprioritaskan kesehatan jantung di tengah kesibukan sehari-hari.
"Kesehatan adalah investasi terpenting bagi kelangsungan hidup kita dan kemajuan daerah. Di tengah kondisi saat ini yang penuh mobilitas dan tantangan, mari kita jadikan momentum Hari Jantung Sedunia sebagai titik balik untuk merawat diri dan keluarga. Jantung yang sehat adalah fondasi utama menuju masyarakat Kalimantan Tengah yang produktif, tangguh, dan sejahtera,”tutup.Dr. Andrie Elia Embang, M.Si. (timnsk)
Related Articles