Makna Hari Perdamaian Dunia Di Bumi Tambun Bungai : Prof. Bhayu Rhama,Ph.D Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Menjadikan Perdamaian Sebagai Tanggung Jawab Semua Manusia Di Bumi
PALANGKA RAYA — Menyambut Peringatan Hari Perdamaian Dunia yang jatuh pada tanggal 21 September 2026, akademisi sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya (FISIPOL UPR), Prof. Dr. Bhayu Rhama, Ph.D., menyampaikan pandangan mendalam mengenai pentingnya merawat keharmonisan global. Tahun ini, PBB mengusung tema internasional “Invest in Peace – For Everyone, Everywhere, Every Day” atau yang dapat diartikan sebagai “Berinvestasi untuk Perdamaian – Untuk Semua Orang, Di Mana Saja, Setiap Hari.”
Prof. Bhayu Rhama menegaskan bahwa perdamaian adalah hak fundamental bagi setiap umat manusia di bumi, sekaligus tanggung jawab bersama untuk menjaganya. Menurutnya, di tengah dinamika berbagai kepentingan di setiap wilayah, momentum Hari Perdamaian Dunia harus menjadi pengingat bagi semua pihak untuk mengedepankan komitmen kemanusiaan di atas kepentingan golongan.
"Perdamaian adalah hak semua manusia di bumi dan merupakan tanggung jawab kita bersama untuk menjaga perdamaian itu sendiri, meskipun setiap wilayah di belahan bumi ini memiliki kepentingan masing-masing. Di sinilah pentingnya melakukan pengecualian berbagai kepentingan demi terpenuhinya komitmen perdamaian," ungkap Prof. Bhayu Rhama.
Sebagai kampus kebanggaan masyarakat Dayak di Bumi Tambun Bungai, UPR senantiasa mendorong nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan kerukunan. Peringatan Hari Perdamaian Dunia yang secara tradisi ditandai dengan berbagai agenda di Markas Besar PBB setiap tanggal 21 September diharapkan tidak hanya menjadi seremoni belaka.
Lebih dari itu, Prof. Bhayu mengajak seluruh elemen masyarakat di muka bumi untuk mengimplementasikan makna perdamaian secara nyata ke dalam setiap langkah dan rutinitas harian. Dengan menjadikan perdamaian sebagai budaya hidup, harmoni sosial dapat terus terjaga secara berkelanjutan.(timnsk)
Related Articles