DAVITSON LAMBUNG,SH : "Literasi adalah kunci utama membuka jendela dunia sekaligus perisai dalam menghadapi arus globalisasi yang dinamis.

Selebriti 08 Sep 2026 16:06 • 2 min read • 10 views • By OKTO

Share berita ini

DAVITSON LAMBUNG,SH : "Literasi adalah kunci utama membuka jendela dunia sekaligus perisai dalam menghadapi arus globalisasi yang dinamis.
Davitson Lambung menyampaikan bahwa penguatan budaya literasi di tengah masyarakat, khususnya di Provinsi Kalimantan Tengah, harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen. Menurutnya, fondasi kemajuan daerah dan bangsa sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang akrab dengan informasi, ilmu pengetahuan, serta pemikiran kritis

GUNUNG MAS — Memperingati Hari Literasi Dunia ke-60 yang jatuh pada Selasa (8/9/2026), tokoh masyarakat Kalimantan Tengah, Davitson Lambung, S.H. mengatakan pentingnya membudayakan literasi guna melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul, cerdas, dan memiliki daya saing global.

Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) mengangkat tema resmi "Literasi untuk Masyarakat, Planet, dan Kemakmuran" pada peringatan tahun ini. Tema tersebut menyoroti esensi literasi yang tidak lagi terbatas pada kecakapan membaca dan menulis semata, melainkan berfungsi sebagai instrumen strategis untuk membangun tatanan masyarakat yang terpelajar, adil, damai, dan berkelanjutan.

Pandangan Tokoh Kalteng Mengenai Urgensi Literasi

Davitson Lambung menyampaikan bahwa penguatan budaya literasi di tengah masyarakat, khususnya di Provinsi Kalimantan Tengah, harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen. Menurutnya, fondasi kemajuan daerah dan bangsa sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang akrab dengan informasi, ilmu pengetahuan, serta pemikiran kritis.

"Literasi adalah kunci utama membuka jendela dunia sekaligus perisai dalam menghadapi arus globalisasi yang dinamis. Melalui budaya membaca dan menulis yang kuat, kita sedang menyiapkan generasi masa depan Kalteng yang cerdas, adaptif, serta mampu bersaing di kancah global tanpa kehilangan akar budaya lokal," ujar Davitson.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemaknaan tema UNESCO tahun ini sejalan dengan upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Masyarakat yang literat akan lebih peka terhadap pelestarian lingkungan (planet) serta mampu mengelola potensi daerah secara bijak demi tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran bersama.

Penetapan tema global tahun 2026 menegaskan bahwa literasi merupakan hak asasi manusia sekaligus fondasi untuk belajar sepanjang hayat. Berdasarkan kaidah leksikal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), literasi merujuk pada kemampuan menulis dan membaca, pengetahuan atau keterampilan di bidang tertentu, serta kapasitas individu dalam mengolah informasi untuk kecakapan hidup.

Peringatan Hari Literasi Dunia ke-60 ini momentum strategis untuk mengevaluasi tingkat kecakapan literasi nasional, sekaligus memperluas akses terhadap sumber belajar bagi seluruh lapisan masyarakat di pelosok daerah, termasuk di Kabupaten Gunung Mas.

 

News Sekilas Kalteng

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp